Suplementasi tersebut meliputi pemanfaatan Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah) sebagai peluang pemasaran produk UMKM, pembekalan mengenai sertifikasi halal bekerja sama dengan Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal Provinsi Sulawesi Selatan, serta pendampingan pembuatan akun SIAPKerja Kementerian Ketenagakerjaan agar peserta dapat mengakses berbagai layanan pemerintah, termasuk pelatihan lanjutan, sertifikasi kompetensi, informasi lowongan kerja, dan program pemberdayaan usaha.
“Harapan kami, peserta tidak hanya memahami bagaimana memulai usaha, tetapi juga mengetahui berbagai fasilitas pemerintah yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usahanya,” jelasnya.
Tidak hanya berhenti pada pelatihan kewirausahaan, Dinas Tenaga Kerja Kota Parepare juga telah melakukan pemetaan kebutuhan pelatihan kompetensi teknis bagi alumni Parepare Keren Tahap I sebagai tindak lanjut pembinaan.
Program tersebut direncanakan akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep, BPVP Bantaeng, dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar, sebagai implementasi dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani Wali Kota Parepare bersama ketiga balai tersebut.
Berdasarkan hasil pemetaan minat peserta, terdapat 11 bidang pelatihan yang diusulkan, yakni Desain Grafis, Menjahit Pakaian dengan Mesin, Pembuatan Olahan Ikan (Abon), Pembuatan Roti dan Kue (Pastry), Barista, Las, Servis Sepeda Motor Injeksi, Servis Handphone, Smart Creative/Digital Content Marketing, Tata Rias Kecantikan, dan Pembuatan Makanan Beku (Frozen Food).
La Ode berharap usulan tersebut dapat memperoleh persetujuan dari Kementerian Ketenagakerjaan sehingga alumni Parepare Keren dapat melanjutkan pembinaan melalui pelatihan kompetensi teknis sesuai bidang usaha yang diminati.
“Program Parepare Keren kami desain bukan sekadar pelatihan selama tiga hari. Setelah peserta dibangun pola pikir kewirausahaannya, mereka akan terus didampingi melalui pelatihan kompetensi teknis, perluasan akses pasar, legalitas usaha, hingga pemanfaatan berbagai program pemerintah. Dengan pola pembinaan yang berkelanjutan ini, kami berharap semakin banyak pengusaha baru yang lahir dan berkembang di Kota Parepare,” pungkasnya. (D11)
