PAREPARE, DELIK. ID—Perum Bulog Cabang Parepare menelusuri dugaan praktik pengemasan ulang beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) setelah sejumlah karung beras SPHP ditemukan di pinggir jalan kawasan kompleks perumahan PNS, Galung Maloang, Kota Parepare, dan sempat viral di media sosial.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Parepare, Rahmi Mengerang, mengatakan pihaknya baru menerima informasi tersebut dan langsung melakukan penelusuran di lapangan.
“Dari hasil penelusuran sementara memang ada indikasi adanya oknum masyarakat yang diduga melakukan pengemasan ulang terhadap beras SPHP yang kami salurkan,” kata Rahmi kepada jurnalis Delik.id saat ditemui, kamis (23/07/2026).
Menurut Rahmi, Bulog selama ini telah menjalankan seluruh prosedur dalam menetapkan mitra penyalur SPHP. Setiap mitra terlebih dahulu melalui proses seleksi dan survei sebelum ditetapkan sebagai penyalur resmi.
Ia menegaskan, seluruh mitra juga telah diberi peringatan agar tidak membuka kemasan, mengemas ulang, maupun mencampur beras SPHP dengan jenis beras lain.
“Kalau nantinya ditemukan unsur pidana, tentu akan kami serahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Bulog, lanjut Rahmi, juga secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi di pasar-pasar rakyat untuk memastikan penyaluran beras SPHP dilakukan sesuai aturan dan diterima langsung oleh masyarakat.
Sebagai langkah tindak lanjut, Bulog akan memperketat pengawasan terhadap mitra penyalur melalui evaluasi dan seleksi yang lebih ketat. Pihaknya juga akan kembali menerbitkan surat edaran sebagai pengingat agar seluruh mitra mematuhi ketentuan penyaluran beras SPHP.
Selain itu, Bulog telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan berencana melakukan inspeksi bersama ke lapangan dalam waktu dekat.
Berdasarkan hasil penelusuran sementara, Rahmi menyebut terdapat dugaan oknum masyarakat mengumpulkan beras SPHP dari sejumlah mitra di pasar, kemudian mengemas ulang dan menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi.
Meski demikian, Bulog memastikan ketersediaan beras SPHP untuk masyarakat tetap menjadi prioritas. Penyaluran akan difokuskan di pasar rakyat, khususnya Pasar Lakessi, SP2KP, serta melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang rutin digelar sedikitnya tiga kali setiap pekan.
Untuk sementara, Bulog juga melakukan evaluasi terhadap pola penyaluran SPHP. Di Pasar Lakessi, misalnya, stok yang biasanya disalurkan sekitar dua ton akan terus dipantau sesuai kebutuhan masyarakat.
Terkait kemungkinan proses hukum, Rahmi mengatakan Bulog masih akan berkoordinasi dengan Polres sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Di Kota Parepare sendiri, saat ini terdapat sekitar 100 Rumah Pangan Kita (RPK) yang aktif, baik di dalam maupun di luar pasar. Terhadap mitra yang diduga melanggar ketentuan, Bulog telah memberikan surat peringatan dan menghentikan sementara penyaluran beras SPHP kepada yang bersangkutan.
Namun hingga kini, Bulog mengaku belum mengetahui secara pasti pihak yang diduga melakukan pengemasan ulang tersebut. Penelusuran masih terus dilakukan sembari mengimbau seluruh pedagang agar menjual beras SPHP langsung kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.(*)










