Selama tujuh hari penyelenggaraan, rata-rata jumlah pengunjung mencapai sekitar 10 ribu orang setiap malam. Panitia optimistis target 50 ribu pengunjung selama 10 hari pelaksanaan festival dapat tercapai hingga penutupan.
Tak hanya ramai dikunjungi masyarakat, CCF 2026 juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku UMKM. Panitia memperkirakan nilai transaksi selama festival mencapai sekitar Rp2 miliar setiap malam, dengan target meningkat hingga Rp3 miliar pada akhir penyelenggaraan.
“Hingga saat ini belum ada keluhan dari pelaku UMKM terkait transaksi penjualan. Kami berharap target tersebut bisa tercapai sehingga seluruh peserta memperoleh hasil yang maksimal,” jelasnya.
Untuk mendorong transaksi non-tunai, panitia bekerja sama dengan Bank Mandiri melalui layanan pembayaran QRIS. Pelaku UMKM dengan jumlah maupun nilai transaksi tertinggi akan memperoleh penghargaan dari Bank Mandiri.
Sementara itu, pengunjung yang melakukan transaksi menggunakan QRIS juga berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik melalui kuis yang dipandu oleh pembawa acara setiap malam.
Panitia mengajak masyarakat Kota Parepare dan daerah sekitarnya untuk memanfaatkan sisa waktu pelaksanaan festival. Berbagai pertunjukan seni, hiburan, dan agenda spesial telah disiapkan, termasuk rangkaian acara pada malam penutupan yang diproyeksikan menjadi puncak kemeriahan CCF 2026.











