PAREPARE, DELIK.ID – PT Biomass Energi Parepare melalui Kecamatan Bacukiki Barat menggelar sosialisasi Program Kemitraan Penanaman Kaliandra Merah kepada kelompok tani se-Kecamatan Bacukiki Barat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Bacukiki Barat, Senin (5/1/2026) dihadiri langsung oleh Camat Bacukiki Barat, Sekretaris Dinas Pertanian Kota Parepare, Lurah Lumpue, serta para ketua dan anggota kelompok tani dari seluruh kelurahan di wilayah Bacukiki Barat.

Direktur PT Biomass Energi Parepare, Ir. Abraham Andi Umar, M.Si, yang akrab disapa Om AB, turut hadir dan memberikan pemaparan materi secara langsung kepada para peserta.
Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan potensi besar tanaman Kaliandra Merah (Calliandra calothyrsus) sebagai komoditas strategis energi terbarukan sekaligus sumber ekonomi baru bagi petani.
Om AB menjelaskan, Kaliandra Merah merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Tengah dan masuk ke Indonesia sejak tahun 1936.
Tanaman ini dikenal sangat adaptif karena mampu tumbuh di berbagai kondisi lahan, mulai dari lereng gunung, tepian sungai, hingga tanah dengan tingkat kesuburan rendah.
“Kaliandra Merah mudah tumbuh, minim pemeliharaan, masa panennya singkat hanya satu tahun, dan bisa dipanen berulang kali hingga usia delapan tahun,” jelasnya.
Selain sebagai bahan baku energi, Kaliandra Merah memiliki banyak manfaat lain, di antaranya sebagai pencegah erosi karena sistem perakarannya yang kuat, pakan ternak berprotein tinggi untuk sapi dan kambing, serta penyubur tanah karena akarnya mampu mengikat nitrogen bebas dan mengolahnya menjadi pupuk alami.
Dalam pemaparannya, Om AB menegaskan bahwa Kaliandra Merah saat ini menjadi salah satu bahan baku biomassa terbaik untuk program co-firing di industri pengguna batu bara.
Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2023, yang mewajibkan industri pengguna batu bara mencampurkan pembakarannya dengan biomassa.
“Kenapa harus Kaliandra? Karena nilai kalorinya sangat tinggi, mencapai sekitar 4.200 kkal, setara dengan batu bara. Selain itu mudah dibudidayakan, bisa tumbuh di banyak tempat, dan berkelanjutan,” tegasnya.










