Responsif Tanggapi Keluhan Warga, MDA Siap Tata Ulang Mobilisasi Alat Berat

FPLB mendorong agar rencana pertemuan teknis lanjutan yang akan melibatkan pihak kontraktor, pemerintah desa, dan perusahaan benar-benar menghasilkan peta jalan yang konkret—termasuk penjadwalan, sistem pengawasan, dan pelibatan masyarakat secara aktif.

“Pemuda siap menjadi bagian dari pengawasan kolaboratif. Jangan sampai komitmen ini hanya jadi berita satu hari. Harus berlanjut menjadi perubahan nyata yang dirasakan oleh masyarakat,” tegas Azriel.

Lebih lanjut, FPLB juga mengapresiasi langkah preventif MDA yang telah mulai melakukan perbaikan pada beberapa ruas jalan sejak 13 Juli 2025, bahkan sebelum forum dialog digelar. Menurut FPLB, hal itu menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya menunggu tekanan publik, tapi juga memiliki inisiatif dalam menjawab keresahan warga.

Sebagai elemen pemuda, FPLB menegaskan bahwa pihaknya tidak anti terhadap industri tambang, namun tetap menuntut agar aktivitas pertambangan dijalankan secara bertanggung jawab.

“Kami tidak anti tambang. Tapi kami ingin tambang yang taat, transparan, dan peduli. Komitmen perbaikan jalan ini semoga menjadi titik balik menuju hubungan yang lebih sehat antara warga dan perusahaan,” ujar Azriel.

FPLB berharap kesepakatan dalam forum tersebut tidak berakhir sebagai dokumen seremonial semata, melainkan menjadi dasar kerja bersama yang dapat dievaluasi secara berkala oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Kita butuh progres, bukan sekadar wacana. Dan kami siap mengawal itu bersama masyarakat,” tutupnya. (d11/dlk**)

Related posts