Silaturahmi MDA dan Warga Bonelemo Dapat Apresiasi Tokoh Masyarakat dan Pemuda

“MDA sudah hadir dan mendengarkan. Kami berharap berikutnya bisa ada ruang keterlibatan yang lebih konkret,” ujarnya.

Azriel juga menyoroti pentingnya sinergi antara perusahaan dan pemuda dalam membangun desa yang berdaya. Ia mendorong agar perusahaan menghadirkan pelatihan keterampilan, pendampingan wirausaha, hingga program kepemudaan berbasis potensi lokal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Latimojong.

Forum ini tidak berhenti pada tataran seremonial, melainkan menjadi wadah penyampaian langsung berbagai isu penting, mulai dari akses pendidikan dan kesehatan, peluang kerja, hingga perhatian terhadap kondisi sosial pasca-eksplorasi tambang. Antusiasme warga terlihat dari keaktifan mereka dalam diskusi, yang turut dihadiri perangkat desa dan tokoh masyarakat.

Pemerintah Desa Bonelemo berharap silaturahmi semacam ini dapat menjadi agenda rutin, guna memperkuat relasi antara perusahaan dan masyarakat dalam jangka panjang. Dengan adanya forum ini, baik AMASS maupun FPLB melihat adanya peluang terbuka bagi terwujudnya hubungan industrial yang lebih sehat, transparan, dan partisipatif.

Keduanya berharap, komunikasi yang telah terbangun tidak berhenti di forum semata, melainkan dilanjutkan dengan aksi-aksi nyata yang membawa dampak langsung bagi lingkungan serta masa depan generasi muda di Bonelemo dan kawasan Latimojong. (d11/dlk*)

Related posts