Selanjutnya, memberikan pembinaan dan bimbingan keagamaan bagi warga binaan yang beragama Islam Kristen, Budha dan Hindu bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Parepare dengan menyiapkan tim penyuluh agama yang secara rutin melakukan pembinaan dan bimbingan keagamaan. Kepala Lapas IIA Parepare juga menjalin kerjasama dengan Forum Musyawarah Antar Gereja (FORMAG) Kota Parepare dalam menyediakan layanan ibadah gereja.
“Kami juga ada inovasi SEJATI (Sehat Jasmani dan Hati) yaitu memberikan pelayanan kesehatan proaktif bagi warga binaan dengan menjalin kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Parepare. Pelayanan kesehatan proaktif merupakan semangat pengabdian tim medis di Lapas IIA Parepare dalam memberikan pelayanan terbaik kepada warga binaan. Kegiatan dilaksanakan dengan semangat preventif dan promotif/pencegahan serta promosi kesehatan untuk menjaga kesehatan, menemukan segera yang sakit dan mencegah penularan penyakit,” tambahnya.
Selanjutnya rutin melakukan penyuluhan informasi Kesehatan, mendorong kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan pemeriksaan kesehatan proaktif ke blok hunian kepada Tahanan, Anak Binaan dan Narapidana, melakukan kegiatan membersihkan lingkungan, mengatur kerapihan dan kebersihan ruang hunian. Juga memberikan penyediaan layanan makan dan minum yang telah bersertifikat Laik Higiene dari Dinas Kesehatan Kota Parepare.
Tidak hanya itu, inovasi WARNA PIJAR (Warga Binaan Pintar Belajar) yaitu menberikan layanan pendidikan bagi warga binaan yang putus sekolah melalui program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C dengan menjalin kerjasama dengan SPNF sanggar kegiatan belajar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Parepare.
“Dengan harapan warga binaan bersungguh-sungguh dan konsisten dalam mengikuti proses belajar agar memberikan manfaat dikemudian hari dan menjadi modal untuk mendapatkan pekerjaan setelah bebas nantinya, dan bahkan melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi. Melalui program pendidikan yang diberikan diharapkan warga binaan yang telah lulus memiliki bekal pengetahuan dan daya saing yang tinggi di masyarakat nantinya,” lanjut dia.
Totok juga memberikan program penyuluhan pembinaan dan bimbingan juga bantuan bibit pertanian kepada Warga Binaan sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara Kepala Lapas IIA Parepare dengan Kepala Dinas Pertanian Kelautan Dan Perikan Kota Parepare serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Parepare. Untuk mendukung program tersebut, pihaknya telah membuat terobosan baru dengan membangun inovasi “Rumah Kemandirian Sarana Asimilasi Edukasi Lapas IIA Parepare” yang merupakan sentral program pembinaan dan bimbingan kemandirian bagi warga binaan bidang pertanian perkebunan perikanan dan peternakan.
“Harapan ke depannya dengan perbantuan 31 pejabat fungsional dari Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Parepare yang secara rutin memberikan penyuluhan bimbingan dan pembinaan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat dapat menghantarkan warga binaan yang telah bebas menjadi pelaku wirausaha,” katanya.
Untuk meningkatkan kemampuan literasi WBP, Totok meluncurkan inovasi LAMACCA (Layanan Membaca Keliling) yaitu memberikan pelayanan berdasarkan UU No 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan Pasal 12 ayat h Anak dan Anak Binaan berhak mendapatkan bahan bacaan dan mengikuti siaran media massa yang tidak dilarang.
“Kepala Lapas IIA Parepare terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga binaan pemasyarakatan. Perpustakaan (NPP) 7372014G0000001 Perpustakaan LA MACCA Lapas IIA Parepare yang telah terdaftar di Perpustakaan Nasional. Hal ini sebagai wujud sinergisitas dan tindaklanjut dari Perjanjian Kerja Sama dengan Dinas Perpustakaan Kota Parepare dalam rangka mencerdaskan warga binaan pemasyarakatan dengan gemar membaca,” jelasnya.
Selanjutnya, Totok sebagai bentuk komitmen seluruh petugas Lapas IIA Parepare dalam pembangunan zona integritas menuju WBK adalah salah satunya meningkatkan kualitas pelayanan publik berdasarkan Peraturan Menteri PANRB No. 30 Tahun 2014 tentang Inovasi Pelayanan Publik adalah terobosan jenis pelayanan publik baik yang merupakan gagasan/ide kreatif orisinal dan/atau adaptasi/modifikasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Untuk itu Kepala Lapas IIA Parepare telah meluncurkan inovasi SIAGABINAPAS LAPARE. Layanan Siap Antar Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas IIA Parepare (SIAGABINAPAS LAPARE) adalah memberikan pelayanan antar sampai tujuan secara gratis dan tidak dipungut biaya bagi WBP yang bebas murni dan bersyarat. Layanan antar gratis masih sekitar wilayah Kota Parepare,” tuturnya.
Ke depan, Totok berserta jajaran terus memaksimalkan pelaksanaan program pembinaan bimbingan dan layanan Kepada warga binaan dan masyarakat. Memberikan pelayanan yang terbaik untuk warga binaan dan masyarakat secara gratis adalah komitmen bersama kami selaku petugas Lapas IIA Parepare.
“Kami bangga bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga binaan dan masyarakat. Tugasku adalah ibadahku,” tandasnya. (d11/dlk#)










