Tetapi memang benar pada saat itu demokrasi dilaksanakan, tetapi tidak ada bedanya dengan demokrasi terbatas, semuanya adalah kehendak presiden.Namun sekarang sudah tidak boleh seperti itu lagi, jaman sudah berubah dan kualitas SDM sudah mulai membaik. Artinya, pemalsuan cerita politik tidak mungkin lagi dilakukan. Namun faktanya, realita menjelaskan bahwa propaganda politik telah menjadi alat untuk mengontrol semua orang dan semua pihak di Indonesia yang demokratis.
Beberapa dari semua menteri bermain di jejaring sosial, meskipun presiden sangat aktif di jejaring sosial. Dan media sosial memudahkan kita untuk mendapatkan informasi yang memudahkan penggunanya. Propoganda politik itu berbahaya ketika menyebarkan informasi yang salah, merendahkan lawan politik dan lain-lain.
Sehingga bahaya propaganda politik terletak juga pada bagaimana kita menerima informasi atau menerima dan menyaring informasi, oleh karena itu kita harus cerdas dan kritis dalam segala hal yang kita lakukan, karena pilihan Anda akan menentukan Indonesia nantinya akan bagaimana?











