Peduli Gender, Anak dan Disabilitas, Pemkot Parepare Terima Penghargaan Gubernur Sulsel

Kepedulian terhadap anak dibuktikan Pemkot Parepare dengan pembangunan yang ramah anak. Salah satunya taman bermain anak representatif di Kawasan Kuliner Religius, pelataran Masjid Terapung BJ Habibie. “Dan mesti diingat pembangunan yang peduli kesetaraan gender dan ramah anak ini sudah diakui Pemerintah Pusat. Dibuktikan dengan penghargaan nasional Anugerah Parahita Ekapraya untuk kesetaraan gender, dan Kota Layak Anak kategori Nindya,” kata Taufan Pawe.

Terkait Kota Layak Anak, Taufan Pawe mengemukakan, sejak awal pemerintahannya, Pemkot Parepare memang fokus pada pemenuhan hak-hak anak. Sepuluh potret hak-hak anak yang diamanahkan oleh PBB, yakni hak bermain, pendidikan, perlindungan, identitas, status kebangsaan, makanan, kesehatan, rekreasi, kesamaan, dan peran dalam pembangunan telah diwujudkan dalam program Pemkot Parepare.

Pemkot Parepare juga melibatkan partisipasi penyandang disabilitas mulai dari Musrenbang Kelurahan. Kemudian di Musrenbang Kecamatan, melibatkan penyandang disabilitas perwakilan dari setiap Kelurahan.

“Jadi namanya Musrenbang Peduli Inklusi Sosial, karena dalam pelaksanaan Musrenbang di empat Kecamatan semua melibatkan penyandang disabilitas yang dilengkapi dengan penterjemah,” kata Plt Kepala Bappeda Eko W Ariyadi.

Eko mengungkapkan, Wali Kota Parepare bersama DPRD Parepare telah menyepakati 15 persen dari Pagu Indikatif Wilayah (PIW) untuk inklusi sosial yang terdiri dari kepentingan anak, perempuan, dan penyandang disabilitas. (d11/dlk#)

Related posts