TKI Kamboja Pulang Ke Parepare, Mengaku Bekerja Sebagai Marketing Penipu Investasi Bodong dan Judi Online

” Saya mendaftar dan diterima dengan gaji yang menggiurkan. Saya kemudian ke Kamboja. Sampai di perusahaan tempat saya bekerja, saya kemudian di tes komputer dan kecakapan bahasa inggris. Melihat kemampuan saya mengoprasikan komputer dan kecakapan bahasa inggris saya, mereka kemudian menempatkan saya sebagai marketing dalam perusahaan itu. ” Terang Andi, yang mengaku Sarjana Sastra Inggris di Universitas Hasanuddin Makassar.

Andi Raiwansah, kemudian menjalani pekerjaanya dengan menyasar orang-orang di Eropa dan Amerika, sampai tiga bulan ia bekerja, Andi kemudian diberhentikan bekerja karena dianggap sudah tak layak lagi menggalang target penipuan.

” Karena tidak sesuai dengan kata hati, kinerja saya kemudian menurun, pihak perusahaan pun memecat saya. Saat tak lagi bekerja pihak perusahaan meminta denda kepada saya. Beberapa hari saya tersandera dalam kompleks perusahaan. Sampai keluarga saya di Parepare mengadukan kejadian yang saya alami di DPRD Kota Parepare. ” Papar Andi Raiwansah.

Kata Andi, setelah keluarga di Parepare melaporkan kejadian itu ke DPRD Kota Parepare, Anggota DPRD Kota Parepare, Kamaluddin Kadir kemudian menghubungi pihak KBRI tentang kejadian yang dialami Andi Raiwansyah.

” Setelah itu, pihak KBRI bekerjasama dengan pihak pemerintah Kamboja kemudian berkoordinasi dengan perusahaan tempat saya bekerja. Alhamdulillah saya bisa keluar dari kompleks perusahaan dengan denda gaji saya dipotong. ” Terang Andi Raiwansyah.

Ia mengaku pulang ke Indonesia dengan biaya sendiri, Andi saat pulang hanya membawa satu rangsel pakaian dan menggunakan sandal jepit. Ia disambut haru oleh keluarganya di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. (K62-12)

Related posts