“Kekhawatiran terbesar saya adalah jika personil grup musik bambu bunga durian nanti tidak lagi memiliki generasi pelanjut, maka ikon Desa Ledan akan lenyap juga seiring waktu.
Hal inilah yang memotivasi saya untuk menjaga dan melestarikan kearifan lokal tersebut bagi peserta didik agar regenarasi terjaga.” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Ledan juga menyampaikan harapan terbesarnya kepada seluruh orang tua siswa dan masyarakat yang hadir agar bersama-sama memajukan Sekolah,
“Kita sendirilah yang berkewajiban memperhatikan dan memajukan sekolah yang ada di Desa kita ini. Di tangan kita semua, sekolah ini akan ditentukan. Kehadirannya menjadi berkah karena anak-anak tidak harus menempuh jarak yang sangat jauh untuk sekolah.” Tegasnya.
Sementara itu, Asman, SE selaku Wakil Bupati dalam sambutannya banyak memberi motivasi kepada seluruh peserta didik SMPN Satap 8 Baraka, terutama kelas IX yang sebentar lagi menjadi alumni,
“Tidak ada lagi alasan saat ini untuk tidak menempuh pendidikan. Selain akses menuju sekolah yang sudah sangat mudah, juga sekolah yang sudah mendatangi pekarangan rumah sendiri. Kita tidak perlu lagi menempuh jalan dengan jalan kaki sampai puluhan kilometer untuk sampai sekolah.” Ujarnya.
Lebih lanjut dia sampaikan, “Kalian harus punya cita-cita yang tinggi, jangan karena merasa lahir dan besar dari orang tua yang berlatar belakang petani lantas membuat kalian pesimis bersekolah. Kalian harus buktikan, bahwa pemimpin bisa lahir dari rahim petani sekalipun. Dan ini hanya bisa diraih dengan terus berusaha dan berdoa.”
Di lain sisi, dia juga menyampaikan alasan utamanya lebih memilih menghadiri acara ramah tamah dan penamatan daripada undangan lainnya, “Saya punya beberapa undangan yang bertepatan dengan acara ini, tapi saya lebih memilih untuk hadir di acara ini karena panggilan nurani. Kepala Sekolah merupakan salah satu guru saya di bangku SMP dan saya tidak akan ada di posisi seperti saat ini tanpa didikan beliau. Olehnya itu, salah satu jasa yang berperan menentukan langkah kaki saya adalah jasa seorang guru.” Pungkasnya.
SMPN Satap 8 Baraka adalah salah satu sekolah di Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang yang menamatkan siswa kelas IX tahun ini berjumlah 46 orang. Jumlah yang tergolong banyak bagi sekolah dengan status Satu Atap. Basir, S.Pd. selaku Kepala Sekolah menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan acara ramah tamah dan penamatan sekolahnya. (Humas Enrekang)











