“BTN dan pengembang adalah rumah kita bersama, hanya memang karena kurang komunikasi, sehingga terjadi gave, tetapi dengan sering komunikasi hati akan terhubung, sehingga bagaimana pengembang sejahtera dan bank sukses mencapai target,” ungkap Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Parepare ini.
YL mengimbau pengembang untuk menjaga bagaimana komitmem akad yang betul-betul dipertanggungjawabkan.Meski pun pengalaman sebelumnya di BTN itu kadang kambing hitamnya adalah sistem. Padahal dibalik sistem itu ada manusia dan ada pemimpin.
“Inilah diharapkan pemimpin membuat kebijakan khusus, siapa-siapa yang bisa akad dengan catatan sama- sama komitmem yang akan diakadkan tidak membuat bapak- bapak kita di BTN menjadi celaka.Developer juga harus komitmem dengan akad, jangan setelah akad larinya ke bank lain.
Sehingga BTN dan pengembang sama sejahtera dan tumbuh bersama, kuncinya adalah komunikasi.Dan komunikasi terbangun tidak perlu formal, cukup di warkop,” kata YL.
Ketua Forum Pengembang Ajatappareng (FPA)Andi Abraham Umar menaruh harapan besar dengan perubahan BTN Parepare dari KCP menjadi cabang akan mengoptimalkan pelayanan kepada developer. ” Jika dulu harus ke Makassar, kita sekarang bisa menghemat waktu perjalanan 150 kilometer, ” katanya.
Abe berharap dengan produk BTN Parepare kan membawa prospek lebih luas lagi, khususnya bagi developer.
“Mudah mudahan prospek ini lebih bisa dioptimalkan.BTN dan pengembang ibarat dua sisi mata uang, developer tanpa BTN sulit.Intinya bagaimana membangun hubungan kerjasama yang saling menguntungkan antara BTN dengan developer.Developer butuh Kredit konstruksi, BTN butuh WBK.Skema kerjasamanya yakni, kami didukung dan kami akan dukung BTN,” kata Founder Abe Properti ini.
Sementara itu dalam sesi dialog dengan pengembang, Branch Manager BTN Parepare, Muhammad Taufiq menantang developer di wilayah Parepare sekitarnya, Luwu Raya dan Sengkang untuk akad massal.Minimal tiga bulan sekali.
“Pengalaman saya di Kalimantan, kami sudah minta kuota dan sudah dibreakdown, kuota jor-joran, tapi jangan sampai kuota tersisa.Kami minta kuota banyak di pusat, tapi tidak mampu terpenuhi kami yang susah bahasakan ke pusat.Kalau memang ada komitmem kami akan minta kuota banyak dan komitmen pengembang membawa user yang sudah lengkap berkas.Apalagi kita sudah cabang, bukan lagi KCP. Mungkin ada proyeksi pertahun berapa dan berapa pertriwulan,” katanya.
Menanggapi tantangan itu Sekretaris FPA Ashari Abdullah ST menyatakan developer di wilayah Ajatappareng, Luwu Raya dan Sengkang siap akad massal.” Kalau perlu setiap bulan kita akad massal. Kami siap menerima tantangan dari BTN,” kata mantan Ketua KNPI Parepare ini. (D11)











