PAREPARE, delik.id —-Bank Tabungan Negara Parepare yang awalnya berstatus Kantor Cabang Pembantu (KCP) pertanggal 29 November lalu resmi ditingkatkan menjadi kantor cabang sendiri.
Hal itu diungkap Branch Manager Bank BTN Parepare, Muhammad Taufiq saat silaturahmi dengan pengembang di wilayah Ajatappareng, Luwu Raya dan Wajo, Rabu 15 Desember di Warkop LHR, Jalan Baso Daeng Patompo.
Taufiq mengungkap, alasan peningkatan status KCP Parepare menjadi cabang karena manajemen kantor pusat menganggap potensi Parepare dan sekitarnya sampai Palopo sangat besar khususnya di Sulsel.
Dengan berubahnya status tersebut diyakini akan semakin mempercepat pelayanan kepada developer.
“Dengan demikian pengambilan keputusan tidak terlalu lama, karena selama ini segala sesuatunya diputuskan di Makassar, sekarang sudah menjadi wewenang penuh Parepare.Kantor Cabang
Makassar terlalu besar wilayah kerjanya, dan status KCP terbatas kewenangannya. Insya Allah dengan status cabang Parepare akan jauh lebih baik saat masih menjadi KCP,” katanya.
Taufiq juga berkomitmen untuk rutin menjalin silaturahmi dan diskusi dengan developer di wilayah BTN Cabang Parepare.Rencananya, akan roadshow ke outlet BTN Cabang Parepare yakni Sengkang , Palopo dan Malili.”Kami akan buka ajang komunikasi sebulan sekali dan mudah- mudahan terlaksana baik, setiap masalah akan ada solusi melalui komunikasi,” kata mantan Branch Manager BTN Banjar Baru Kalsel ini.
Melalui komunikasi semua akan dibicarakan, khususnya terkait potensi FLPP untuk disegerakan.Termasuk apa-apa yang harus dipersiapkan developer. Apalagi BTN punya potensi besar dalam kredit kepemilikan rumah.
“BTN sudah kerjasama KPR dan punya produk namanya Tapera, sama dengan program rumah subsidi dulu suku bunga 4 persen sampai 5 persen, Tapera banyak peminat karena suku bunganya bunga 5 persen.Keuntungannya single account bagi calon user dengan 6 juta penghasilan.Tahun depan FLPP kemungkinan diambilalih Tapera bukan lagi FLPP. Meski pun Tapera saat ini masih menyasar kalangan PNS, tapi ke depan wiraswasta dan karyawan BUMN, boleh nikmati Tapera,” kata Taufiq.
Bank BTN juga sudah kerjasama dengan TNI AD yang ditandatangani Kepala Staf Angkatan Darat.Kerjasama mulai untuk rumah subsidi dan non subsidi dengan bunga 5,25 persen (komersil) dan maksimal KPR 250 juta melalui produk kredit tanpa agunan bagi prajurit TNI AD.
Selain itu, BTN sudah kerjasama dengan Polri untuk anggota Polri dapat fasilitas uang muka bisa 2 persen dan sampai 0 persen. Termasuk kerjasama untuk produk KPR BPJS, dimana subsidi bunga sampai 6-7 persen dan untuk non subsidi 9 sampai 10 persen bagi peserta BPJS.
Selain itu, developer bisa diberikan kredit konstruksi melalui fasilitas KPR BPJS dengan syarat semua anggota perusahaan harus sudah menjadi anggota BPJS.
“Intinya fasilitas bunga yang diberikan juga menarik, BTN dan teman-teman developer maju bersama. Kita ingin menjalin komunikasi yang baik dengan pengembang.Kita akan road show, untuk diskusi apa yang perlu dan perbaiki, misalnya percepatan proses KPR,” katanya.
Ketua Apersi Sulsel Ir H. Yasser Latief yang ikut hadir dalam silaturahmi berharap di tangan pemimpin cabang dan dukungan tim terbaik akan sukses melaksanakan tugas.Tentu keberhasilan tersebut juga akan menjadi keberhasilan pengembang.











