Tak Dapat Dana BLT & PKH, Ratusan Warga Datangi DPRD Tanjungbalai
Terkuak Data Bansos Digunakan Sejak Thn 2011

Ditimpali Teddy Erwin dan Anton King, kita pernah mengajak Kepala Dinas Sosial untuk turun kelapangan, namun tidak ada jawaban darinya, sedangkan yang kita dengar, ada dalam satu Kepala Keluarga mendapat bansos dia orang inikan aneh, seharusnya data-data yang mendapat hendaknya ditempelkan data-data nya.

Menjawab itu Kadis Sosial Tanjung Balai M Idris mengaku, sesuai undang-undang, kita tidak boleh menempel atau memajang nama orang yang miskin, semua ini menjaga nama baik dan lainnya.

Mendengar itu Teddy Erwin berang dan menuding, Kadis Sosial Tanjungbalai mau bermain-main, dikarenakan diluar kota Tanjung Balai atau daerah pulau Jawa, nama penerima ditempel plank yang bertuliskan warga Miskin, sehingga perlu dilakukan pengecekan ulang kembali atau pemuktahiran data.

” Data penduduk kota Tanjung Balai belum akurat, berapa warga Miskin, kehidupan sederhana dan Masyarakat mampu, semua datanya belum valid “, mendengar itu akhirnya masyarakat bersorak dan meminta nasyarakat segera nendapat Bansos.

Ketua DPRD kota Tanjung Balai yang memimpin RDP tersebut, akhirnya menutup rapat dengan meminta Kadis Sosial agar segera mencari solusinya dan melakukan pendataan ulang, Ucapnya menutup sidang.

Pantauan dilapangan, seorang ibu Masyarakat terlihat emosi, akibat tidak ada jawaban dari anggota DPRD terkait solusi warga yang belum menerima bantuan sosial dampak dari Pandemi Covid 19, sedangkan anggota DPRD melakukan rapat internal dan warga membubarkan diri. (Ambon)  

Related posts