Cerita Nenek Dara Memulung Bersama Belasan Cucunya di Polman

Ia juga menyampaikan setiap bulannya mendapatkan uang tunai bantuan pemerintah sebesar Rp. 300 ribu perbulan, begitupun bantuan beras sebanyak lima kilogram perbulan yang ia terima langsung di Kantor Kelurahan Madatte Kecamatan Polewali, ” Tapi bantuan itu tidak cukup hidup sebulan, karena ada cucu ku anak yatim kasihan, tidak adami mamanya, ” ungkap Dara.

Salah satu, cucu nenek Dara, berinisial RY mengungkapkan sudah hampir setahun menjalani hari harinya membantu neneknya memulung, bocah lugu ini bercita cita menjadi pemain bola terkenal, ia mengaku sedih jika membiarkan neneknya berjuang sendiri, ” Mau apalagi, ayah, ibu dan dua kakak perempuanku kerjanya buruh angkut pasir, sedangkan saya tinggal sama nenek, saya dikasih nenek Rp. 2000 tiap pergi ke sekolah . ” Terangnya saat ditemui sedang beristirahat bersama adiknya di dalam kantor Bupati Polman, Jumat 6 Desember.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Polman, Yusuf D Majid mengungkapkan keberadaan Nenek Dara telah dipantau bahkan sudah setiap bulan diberi bantuan sosial setiap bulannya, ” Kita sudah sentuh itu, tapi disisi lain kita tidak tahu itu orang tua bagaimana kadang kadang bersikeras, ” Ujarnya, saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Selasa 10 Desember.

Lebih lanjut, Mantan Kadis Perhubungan Polman ini menuturkan
sistim penanganan kemiskinan dan orang gila tidak bisa hanya melekat pada Dinas Sosial saja tapi harus lintas sektoral secara kolektif apalagi anggatan penanganan fakir di Dinsos sangat sedikit, ” Makanya tadi saya baru bicara pak Kadis Dinsos Sulbar mudah mudahan bisa diperjuangkan untuk mendapatkan bantuan dari provinsi, Sama dengan penanganan orang gila tidak bisa hanya Dinas sosial saja yang diharapkan karena tidak ada diatur dalam anggarannya itu penanganan orang gila termasuk gepeng gepeng itu, ” ungkap Yusuf. ( Aga)

Related posts