3. Pemain yang diganti bisa keluar dari mana saja
Pergantian pemain biasanya hanya dilakukan di antara bench pemain kedua tim yang sedang bertanding.
Namun regulasi terbaru membolehkan pemain yang diganti keluar dari sisi manapun dalam lapangan. Peraturan ini mencegah pemain untuk mengulur waktu yang merupakan sebagian dari strategi pelatih di menit-menit akhir pertandingan.
4. Tendangan penalti dalam satu kesempatan.
Penendang penalti hanya diberikan satu kali kesempatan tendangan penalti. Apabila eksekusi pinalti mampu digagalkan kiper atau mengenai mistar/tiang gawang, wasit akan meniup peluit untuk menghentikan pertandingan lalu memberikan bola tersebut kepada kiper untuk dilakukan tendangan gawang. Situasi ini mirip sistem adu tendangan penalti.
5. Pelatih bisa mendapatkan kartu dari wasit
Dengan peraturan baru yang dibuat IFAB/FIFA, pelatih mendapat perlakuan yang sama dengan pemain yaitu:
Jika pelatih melakukan protes berlebihan dipinggir lapangan akan diberikan kartu kuning (peringatan) atau kartu merah (pengusiran). Aturan sebelumnya, wasit bisa langsung mengeluarkan pelatih tanpa harus mengeluarkan kartunya.
6. Formasi pagar betis harus steril dari gangguan lawan
Pada saat pemain mendapatkan_freekick_ biasanya rekan pemain tersebut akan berada diantara pagar betis lawan guna mengganggu formasi pagar betis tersebut dan penglihatan kiper.
Hal tersebut tidak akan dibolehkan lagi, pagar betis untuk mengadang tendangan bebas lawan harus steril, hanya pemain tim yang menghadapi tendangan bebas yang boleh dipagar betis. (D11)











