“Mappadendang ini bukan hanya pesta setelah panen. Ini adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah atas hasil yang telah diberikan. Yang paling penting, tradisi seperti ini mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan,” ujar Syaharuddin.
Ia mengatakan, budaya dan tradisi masyarakat harus terus dijaga karena di dalamnya terdapat nilai-nilai kebersamaan yang penting untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kalau masyarakat berkumpul seperti ini, kita bisa merasakan kebersamaan. Tradisi seperti Mappadendang harus terus kita rawat, karena ini adalah bagian dari identitas masyarakat kita,” katanya.
Bupati juga menyampaikan bahwa keberhasilan panen patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.
“Setelah kita bersyukur atas hasil panen, mari kita terus bekerja dan meningkatkan hasil pertanian. Pemerintah akan terus berupaya hadir bersama masyarakat, terutama dalam mendukung sektor pertanian,” tuturnya.
Mappadendang di Buae pun tidak hanya menjadi perayaan panen raya, tetapi juga menjadi gambaran kuatnya ikatan sosial masyarakat.
Di tengah pesta kemeriahan, warga berkumpul, bersilaturahmi, dan menikmati tradisi leluhur yang tetap hidup hingga hari ini.(*)
