Bukan Sekadar Mengatur Lalu Lintas, Polisi Turun Tangan Tambal Jalan Rusak di Mamuju

“Biasanya kita melihat polisi mengatur lalu lintas. Tapi kali ini saya lihat langsung mereka turun menambal jalan. Menurut saya ini sangat bagus dan patut diapresiasi,” kata Aris.

Menurut Aris, jalan berlubang bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat menjadi ancaman bagi pengendara, terutama sepeda motor.

“Kalau lubangnya cukup dalam dan pengendara tidak melihat, bisa jatuh. Jadi apa yang dilakukan polisi ini sangat membantu,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Rahul, warga Mamuju lainnya. Ia menilai aksi tersebut memperlihatkan sisi lain dari sosok polisi yang dekat dengan masyarakat.

“Saya salut melihat polisi mau turun langsung seperti ini. Ini menunjukkan bahwa polisi tidak hanya hadir ketika ada masalah keamanan, tetapi juga peduli dengan hal-hal yang dirasakan masyarakat setiap hari,” tutur Rahul.

Bagi masyarakat, lubang di jalan mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi pengendara yang melintasinya setiap hari, satu lubang bisa menjadi ancaman keselamatan.

Di situlah aksi IPTU Muh. Idris bersama tiga personelnya menjadi berarti. Mereka memilih tidak hanya melihat kerusakan itu, tetapi mengambil langkah kecil untuk memperbaikinya.

Di bawah terik aktivitas jalan Simpang Lima Mamunyu, empat personel kepolisian itu pun bekerja bersama. Tanpa banyak sorotan, mereka menambal jalan dengan cara swadaya.

Sebuah pekerjaan sederhana, tetapi menyimpan pesan yang kuat: pengabdian kepada masyarakat tidak selalu tentang seberapa besar yang diberikan, melainkan seberapa tulus seseorang mau turun tangan ketika melihat masyarakat membutuhkan bantuan. (D11)

Related posts