Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama KKN menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi kehidupan nyata setelah menyelesaikan pendidikan di kampus.
Dalam kesempatan tersebut, Tasming turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses KKN terdapat hal-hal yang kurang berkenan, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja oleh pemerintah maupun masyarakat.
“Yang baik dibawa pulang, yang tidak baik tinggalkan di Kota Parepare. Pengalaman selama KKN ini adalah bagian dari kehidupan nyata yang tentu akan menjadi bekal berharga ketika kembali ke kampus dan memasuki kehidupan selanjutnya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Tasming menekankan pentingnya tindak lanjut terhadap berbagai program dan inovasi yang dihasilkan mahasiswa selama KKN.
Ia meminta para lurah dan jajaran pemerintah setempat untuk mencermati hasil-hasil KKN yang dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat agar dapat dikembangkan lebih lanjut.
Menurutnya, berbagai gagasan yang lahir dari kegiatan KKN, mulai dari pengembangan produk hingga pemberdayaan masyarakat, tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
“Kalau memang hasil KKN ini baik dan bisa diterapkan, tentu harus dimaksimalkan. Jangan sampai setelah kegiatan selesai tidak ada jejak lagi. Hasil KKN ini harus dicermati dan ditindaklanjuti agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” tegas Tasming.
Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Parepare dan Universitas Hasanuddin terus terjalin dengan baik, sehingga keberadaan mahasiswa KKN dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kota Parepare. (*)











