LUWU, DELIK.ID – Komunitas Warga Lingkar Tambang (KWLT) menyerukan agar seluruh elemen masyarakat di wilayah sekitar tambang PT Masmindo Dwi Area (MDA) mengedepankan semangat dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan di lapangan. Seruan ini disampaikan oleh Koordinator KWLT, Najamudin, menyusul aksi pemblokiran jalan umum di Dusun Baloa, Desa Bonelemo, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, yang dilakukan sekelompok warga selama dua hari berturut-turut.
Najamudin menilai aksi pemblokiran jalan bukanlah solusi yang tepat karena berpotensi mengganggu kepentingan umum serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat lainnya. Ia menekankan pentingnya menyampaikan aspirasi melalui jalur komunikasi yang konstruktif dan damai.
“Kami memahami keresahan warga, namun penyampaian aspirasi sebaiknya melalui jalur komunikasi dan musyawarah. Itu jauh lebih bijak dan efektif,” ujar Najamudin.
KWLT menilai bahwa PT Masmindo Dwi Area selama ini telah menunjukkan itikad baik dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat, termasuk dalam hal perbaikan infrastruktur jalan dan drainase di sekitar wilayah operasi tambang. Menurut Najamudin, berbagai langkah perbaikan yang dilakukan perusahaan mencerminkan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat lingkar tambang.
“Kami mengapresiasi langkah MDA yang terus berupaya menindaklanjuti aspirasi warga, termasuk perbaikan jalan dan fasilitas umum,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa perusahaan tidak tinggal diam dalam menanggapi setiap keluhan warga. Tim lapangan MDA disebut aktif melakukan koordinasi dan pengecekan kondisi di area sekitar tambang. Namun, ia berharap agar proses tindak lanjut di lapangan bisa dilakukan lebih cepat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.











