Ali menyatakan antusiasmenya bisa bertemu langsung dengan Fatma. “Terima kasih, Kak Fatma. Saya sering melihat di HP saja, sekarang sudah lihat langsung. Saya ingin bilang kepada teman-teman, kaki saya boleh lumpuh, tetapi otak saya tidak lumpuh,” ujarnya, sambil menyerukan pentingnya menjaga lingkungan.
Setelah pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam, Fatma menutup dengan pesan bahwa siapa pun bisa menjadi apa pun. “Saya berangkat dari nol besar, tetapi kami punya prinsip bahwa kami selalu siap bekerja dengan setulus hati karena dengan begitu Allah akan memberikan kemudahan,” terangnya.
Fatma juga menekankan pentingnya nilai-nilai Bugis dalam kepemimpinan, “Macca na malempu warani na magetteng,” yang berarti menjadi pemimpin yang cerdas, jujur, berani, dan tegas.
“Tidak manusia yang sempurna, kita semua punya kelebihan dan kekurangan. Maka dari itu teruslah belajar mengasah diri supaya kita bisa setara dengan orang-orang hebat,” tegas Fatma menutup pertemuan.
Sementara itu, Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pinrang, Ikbal Ardianto, yang hadir pada kesempatan ini memuji Fatma sebagai sosok berkarakter kuat dan jujur. Dia menilai Fatma, yang juga memiliki latar belakang pengusaha, sangat cocok untuk memimpin Sulsel bersama Andi Sudirman Sulaiman.
“Kalau kita rekam jejak dan pribadinya, Ibu Fatmawati Rusdi ini sosok perempuan Bugis yang berkarakter berani, cerdas, jujur, dan bijaksana. Oleh sebab itu, beliau memiliki kepantasan sebagai wakil gubernur Sulawesi Selatan,” katanya.
Menurut Ikbal, generasi muda harus menjadikan Fatma sebagai teladan. “Perempuan bisa tonji memimpin. Kita anak muda sudah pasti juga bisa,” tambahnya. (d11/dlk#)











