Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto menambahkan bahwa IMF memprediksi tahun 2023 perekonomian global melambat dari 3,4% menjadi 2,9%, kondisi ini harus terus diwaspadai.
“Kita harus mewaspadai beberapa faktor seperti risiko yang ditimbulkan dari geopolitik, tingginya suku bunga, tekanan sektor properti di Tiongkok, serta perubahan iklim,” kata Airlangga
Airlangga optimis dengan kondisi di Indonesia, pasalnya rasio utang luar negeri masih lebih rendah dibandingkan negara di asean maupun negara G7 yaitu di angka 30%. (d11/dlk#)











