Menurutnya, kendala pengadaan alkes selama ini karena faktor pengirimannya memakan waktu empat sampai lima bulan kemudian barangnya tiba, ” karena barang impor semua toh, jadi pesan barang datang langsung bayar, kita prioritaskan alkes yang untuk covid, ” ucap Alam Syakh.
Lebih lanjut, Alam Syakh memaparkan anggaran pengadaan untuk RSUD Polman bersumber dari DAK serta Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Kendati demikian anggaran pengadaan alkes untuk tahun ini menyusut drastis dibanding tahun sebelumnya dari Rp. 25 Miliar turun menjadi Rp. 22 Miliar, ” Pengadaan mobiler itu ditangani bidang tata usaha sedangkan porsi anggaran bahan habis pakai ditangani bidang pelayanan, anggaran BLUD juga masuk di pelayanan dan juga melekat di Tata Usaha, ” ungkap Alam Syakh.
Ia menambahkan semua barang yang dipesan melalui e-Katalog bergaransi, kecuali barang habis pakai, Terlebih perusahaan tempat pemesanan barang sudah terdaftar di E-katalog, dan harganya terlihat, ” Misal tempat tidurnya rusak langsung diganti baru, tapi kalau kerusakan karena kelalaian barangnya tidak diganti, ” tutur Alam Syakh (Aga)











