“Ini salah satu bentuk upaya untuk membantu Pemerintah agar selalu menjadi garda terdepan untuk memberikan informasi-informasi yang benar dan menyaring sebelum menyebarkannya,”Tandas Iskandar.
Kita ketahui, lanjut Iskandar, era digitalisasi saat ini dapat memberikan dampak bagi warga khususnya peradaban kehidupan para pelajar. Olehnya itu, melalui program Retas Hoax ini, kami juga akan melakukan kegiatan literasi digital dengan mengedukasi masyarakat dan pelajar untuk bersama-sama melawan hoax.
“Kami juga akan melakukan literasi digital di sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan Program Retas Hoax ini, serta kami akan melakukan koordinasi dengan TNI/Polri untuk bersama-sama melakukan pemberantasan Hoax,” ujarnya.
Sementara Ketua Komunitas Aku Cinta Parepare (ACP) Andi Sudirman Parenrengi mengaku menyambut positif adanya program Anti Retas Hoax Dinas Kominfo tersebut. Walaupun jauh sebelum program ini, ACP sudah melakukan upaya-upaya terkait pemberantasan berita hoax.
“Saya kira ini sangat baik dan program ini juga adalah salah satu tujuan kami membentuk grup ACP diMedia Sosial. Tentunya ini membuat arah dan tujuan kita semakin jelas, bahwa kita harus mengedukasi masyarakat bagaimana memanfaatkan informasi,”Jelas Sudirman. (*)











