Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepatan Penurunan Stunting Tasming Hamid Siap

Peluncuran Aksi Stop Stunting 2026 dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, unsur pemerintah daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam surat undangan bernomor 005/15152/DINKES tertanggal 31 Oktober 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menekankan pentingnya langkah penanganan stunting yang strategis, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi serta optimalisasi intervensi gizi agar penanganan stunting tidak hanya berorientasi pada penurunan angka prevalensi, tetapi juga peningkatan status gizi dan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dalam arahannya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kesigapan kader dalam menjalankan intervensi penanganan stunting.

Menurutnya, kader memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan program karena berinteraksi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Peran kader menjadi penting untuk memastikan berbagai intervensi penurunan stunting tidak berhenti pada tataran kebijakan, tapi harus benar-benar menjangkau keluarga dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian,” kata Andi Sudirman.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap peran kader, Gubernur juga membagikan sepeda kepada sejumlah peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dalam kegiatan tersebut. Apresiasi diberikan kepada peserta yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring.

Peluncuran Aksi Stop Stunting Tahun 2026 ini diikuti 500 peserta secara langsung dari berbagai unsur lintas sektor, mulai dari pimpinan pemerintah daerah, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), organisasi perangkat daerah hingga kepala dinas kesehatan kabupaten/kota.

Melalui gerakan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap kolaborasi seluruh daerah semakin kuat sehingga upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan demi menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Related posts