Melalui pendekatan tersebut, data tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan program, pemantauan capaian pembangunan, dan evaluasi kebijakan pemerintah.
Bagi Parepare, pendekatan serupa berpotensi dikembangkan untuk memperkuat integrasi data antarorganisasi perangkat daerah (OPD), termasuk data kependudukan, perizinan usaha, aktivitas ekonomi, serta objek pajak dan retribusi.
Integrasi data tersebut dapat membantu pemerintah memetakan potensi PAD secara lebih terukur. Data perizinan usaha, misalnya, dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk mencocokkan jumlah dan aktivitas usaha dengan basis data perpajakan daerah.
Namun, penerapannya membutuhkan standardisasi data, pemutakhiran berkala, serta mekanisme pertukaran informasi yang sesuai dengan ketentuan perlindungan data.
Pengembangan sistem informasi tersebut berkaitan dengan penerapan Satu Data Indonesia di tingkat daerah.
Pemkot Mataram menjalankan Satu Data Kota Mataram sejak 2021 dengan pembagian peran antara Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai pembina data, Bappeda sebagai sekretariat, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) sebagai walidata, serta perangkat daerah sebagai produsen data.
Pembagian peran tersebut bertujuan menjaga kualitas, konsistensi, dan keterpaduan data yang dihasilkan masing-masing perangkat daerah.
Bagi Pemkot Parepare, penguatan Satu Data dapat menjadi fondasi untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, mengevaluasi program pembangunan, menentukan prioritas belanja, serta mengidentifikasi peluang peningkatan pendapatan daerah.
Wakil Wali Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman, menyambut baik kunjungan Pemkot Parepare. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman dan gagasan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai kesempatan untuk saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan, dan belajar bersama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Mujiburrahman. (D11)











