Riset UMPAR Gunakan Augmented Reality untuk Tarik Minat Gen Z ke Pertanian

PAREPARE, DELIK.ID — Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) mengembangkan media literasi teknologi pertanian berbasis Augmented Reality (AR) untuk meningkatkan minat dan kesadaran Generasi Z terhadap modern farming. Penelitian yang dilaksanakan melalui skema Penelitian Dosen Pemula pada Tahun Anggaran 2024 itu menyasar Generasi Z di Kota Parepare dengan memanfaatkan buku bergambar dan aplikasi Android yang menampilkan visual tiga dimensi teknologi pertanian modern.

Penelitian tersebut diketuai Irninthya Nanda Pratami Irwan, SE., M.Agr., dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan UMPAR, bersama Ashadi Amir, ST., MT., dan Wahyuddin, S.Kom., M.Kom. Media yang dikembangkan menampilkan teknologi seperti hidroponik, smart greenhouse, drone sprayer, dan Internet of Things (IoT) farming setelah pengguna memindai marker berupa QR Code.

Irninthya mengatakan pengembangan media tersebut berangkat dari persoalan regenerasi petani yang dinilai belum berjalan optimal. Menurut dia, Generasi Z lebih banyak tertarik pada teknologi dan industri kreatif sehingga sektor pertanian perlu diperkenalkan melalui pendekatan yang sesuai dengan kebiasaan generasi digital.

“Kita tidak bisa menyalahkan Gen Z kalau mereka tidak mau jadi petani. Kita yang salah mengenalkan pertanian. Kita masih mengenalkan pertanian dengan cangkul, padahal mereka hidup dengan smartphone. Makanya saya buat pertanian masuk ke dalam HP.”

Irninthya menjelaskan, pendekatan AR dipilih untuk mengubah cara Generasi Z mengenal pertanian dari metode konvensional menjadi pengalaman visual dan interaktif. Menurut dia, teknologi tersebut memungkinkan informasi tentang pertanian modern ditampilkan dalam bentuk tiga dimensi yang lebih dekat dengan keseharian pengguna.

“Augmented Reality ini bukan sekadar teknologi, ini adalah bahasa Gen Z. Kalau kita ingin mereka peduli pada modern farming, kita harus bicara dengan bahasa mereka: visual, 3D, interaktif.”

Penelitian itu menghasilkan media literasi berupa aplikasi AR yang dapat menampilkan sejumlah model pertanian modern setelah pengguna memindai QR Code. Laporan akhir penelitian juga mencatat pengembangan media dilakukan sebagai tahap awal, kemudian dilanjutkan dengan proses literasi kepada Generasi Z serta pengumpulan data melalui pre-test dan post-test.

Dalam penelitian tersebut, peneliti menguji pengaruh pengetahuan pertanian, minat terhadap pertanian, dan kesadaran terhadap modern farming terhadap minat Generasi Z pada pertanian modern. Pengujian terhadap 48 responden menunjukkan ketiga variabel tersebut secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat menggeluti modern farming, dengan nilai F hitung 36,333 lebih besar daripada F tabel 2,82.

Hasil analisis juga menunjukkan nilai koefisien determinasi atau R Square sebesar 0,712. Artinya, pengetahuan pertanian, minat terhadap pertanian, dan kesadaran modern farming dalam model penelitian berkontribusi sebesar 71,2 persen terhadap minat pada modern farming, sedangkan 28,8 persen dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti.

Related posts