Tasming juga meminta PLN segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat penanganan persoalan kelistrikan sehingga kondisi di lapangan dapat kembali normal.
Sementara itu, Manager ULP Mattirotasi, Adryani, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi pemadaman listrik yang telah berlangsung sekitar tiga hari di wilayah Kota Parepare.
Menurutnya, pemadaman bergilir dilakukan sebagai bentuk pengaturan beban selama berlangsungnya pemeliharaan salah satu infrastruktur kelistrikan di PLTU Jeneponto.
“Jadi penyebab dari pemadaman bergilir ini adalah adanya kegiatan pemeliharaan salah satu infrastruktur kelistrikan di PLTU Jeneponto. Kami sedang melakukan kegiatan pemeliharaan berkala. Maka dari itu kami dari Parepare melakukan pengaturan beban dalam rangka menghindari dampak yang lebih meluas,” jelas Adryani.
Ia menyebut pekerjaan pemeliharaan tersebut diperkirakan berlangsung hingga 5 September 2026. Namun, PLN berupaya agar pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat.
“Estimasi pekerjaan pemeliharaan ini berlangsung sekitar sampai tanggal 5 September nanti, namun kami upayakan tim kami berusaha maksimal bisa selesai lebih cepat. Jadi kami harap dukungan, doa dari masyarakat,” ujarnya.
Adryani sekaligus menepis isu yang menyebut pemadaman listrik terjadi akibat kurangnya debit air di PAM Tirta Karajae.
“Jadi tidak benar isu-isu diakibatkan oleh kurangnya debit air di PAM Tirta Karajae. Tapi ini murni karena adanya pemeliharaan infrastruktur di PLTU Jeneponto,” tandasnya. (*)











