PAREPARE, DELIK.ID— Perum Bulog Kantor Cabang Parepare memastikan ketersediaan beras di wilayah kerjanya tetap aman meski dampak El Nino mulai dirasakan di Sulawesi Selatan. Masyarakat pun diminta tidak melakukan panic buyingkarena stok pangan yang dikuasai Bulog dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan.
Wakil Pimpinan Cabang Perum Bulog Parepare, Muhammad Fajrin Ardinata, mengatakan berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino mulai berdampak di Sulawesi Selatan. Namun kondisi tersebut belum memengaruhi ketersediaan stok beras yang dikelola Bulog.
“Alhamdulillah, berdasarkan laporan BMKG, dampak El Nino memang sudah mulai masuk ke Sulawesi Selatan. Namun kabar baiknya, Bulog Cabang Parepare telah menguasai stok beras yang sangat banyak dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Parepare,” kata Fajrin.
Ia mengungkapkan, Bulog Parepare saat ini memiliki stok beras sekitar 143.000 ton. Jumlah tersebut dinilai masih jauh di atas kebutuhan penyaluran kepada masyarakat.
“Sebelumnya bantuan pangan yang kami salurkan sekitar 100.000 ton per bulan. Artinya, stok yang kami miliki saat ini masih sangat jauh di atas kebutuhan penyaluran sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Fajrin menegaskan, masyarakat tidak perlu memborong beras atau bahan pangan lainnya karena pemerintah melalui Bulog telah memastikan ketersediaan cadangan pangan tetap terjaga.
“Alhamdulillah, stok pangan kita aman dan sangat terjaga. Karena itu, masyarakat tidak perlu melakukan panic buyingatau pembelian secara berlebihan,” tegasnya.
Selain memastikan kecukupan stok, Bulog juga terus menjaga kualitas beras yang tersimpan di gudang. Menurut Fajrin, pengawasan dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi serangan hama yang dapat menurunkan mutu beras.
“Gudang kami dipantau secara rutin setiap bulan untuk melihat tingkat serangan hama. Jika ditemukan indikasi adanya hama, maka kami segera melakukan tindakan perawatan agar kualitas beras tetap terjaga,” jelasnya.
Sementara itu, memasuki musim kemarau, Bulog memperkirakan produksi pertanian pada semester kedua akan mengalami penurunan dibandingkan semester pertama. Proyeksi tersebut mengacu pada data yang diterima dari Dinas Pertanian.
Meski demikian, Bulog memastikan penyerapan gabah maupun beras hasil panen petani akan tetap dilakukan secara maksimal. Upaya tersebut bertujuan mendukung program Asta Cita Presiden sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
“Berdasarkan data dari Dinas Pertanian yang kami terima, proyeksi panen pada semester kedua memang tidak sebanyak semester pertama karena adanya pengaruh musim kemarau. Meski demikian, kami akan terus melakukan penyerapan hasil panen petani. Tujuannya adalah mendukung program Asta Cita Presiden sekaligus memastikan petani tetap memperoleh harga yang baik atas hasil panennya,” pungkas Fajrin.(*)
