Nilai pertama adalah integritas, yakni memegang teguh kejujuran dan harga diri serta tidak menggadaikan prinsip demi kepentingan sesaat. Kedua, kedisiplinan dengan menghargai waktu, menaati aturan, dan mengikuti setiap latihan secara sungguh-sungguh karena disiplin merupakan fondasi setiap keberhasilan.
Ketiga, jiwa korsa, yaitu membangun rasa persaudaraan, saling menguatkan, saling menghormati, serta mengutamakan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi.
“Pertama, Integritas. Pegang teguh kejujuran dan harga diri. Jangan pernah menggadaikan prinsip demi kepentingan sesaat. Kedua, Kedisiplinan. Hargai waktu, patuhi aturan, dan laksanakan setiap latihan dengan sungguh-sungguh. Disiplin adalah fondasi dari setiap keberhasilan. Dan ketiga, Jiwa Korsa. Bangun rasa persaudaraan, saling menguatkan, saling menghormati, dan selalu mendahulukan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi,” tegasnya.
Tasming juga mengingatkan bahwa tanggung jawab sebagai Paskibraka tidak berakhir ketika seragam dilepas. Menurutnya, para calon Paskibraka tetap membawa nama baik organisasi dan Kota Parepare, baik di lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, maupun di media sosial.
Ia mengajak para peserta memanfaatkan ruang digital secara bijak dengan menyebarkan inspirasi, menjaga etika komunikasi, dan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.
Tasming berharap seluruh peserta mampu mengamalkan Tri Bakti Paskibraka setelah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan.
“Saya berharap, setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan ini, kalian mampu mengamalkan Tri Bakti Paskibraka,” pungkasnya. (*)











