Budidaya Kaliandra Merah dapat dilakukan dengan dua metode, yakni menggunakan biji yang langsung ditanam atau melalui penyemaian terlebih dahulu.
Untuk merangsang pertumbuhan, umumnya digunakan pupuk kandang, daun Kaliandra kering, serta pupuk NPK sekitar 1–2 gram per bibit.
Dengan jarak tanam 1 x 1 meter, potensi produksi per hektare cukup menjanjikan:
Tahun I: 15 ton
Tahun II: 20 ton
Tahun III: 25 ton
Tahun IV hingga IX: 40 ton
Untuk tahun 2026, harga Kaliandra Merah ditetapkan sebesar Rp300.000 per ton.
Hasil panen Kaliandra Merah nantinya akan diolah menjadi wood chip untuk kebutuhan lokal serta wood pellet yang berorientasi ekspor.
Melalui sosialisasi ini, PT Biomass Energi Parepare berharap terbangun kemitraan yang kuat dan berkelanjutan dengan kelompok tani di Bacukiki Barat.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani, memanfaatkan lahan tidur, serta mendukung transisi energi bersih dan ramah lingkungan di Kota Parepare.
“Ini bukan hanya soal energi, tapi juga soal kesejahteraan petani dan masa depan lingkungan,” tutup Om AB. (D11)
