Kepsek Dibebani Biaya 450 Ribu, Aktivis ITCW Soroti Bimtek yang Digelar Disdik Pinrang

PINRANG, DELIK.ID – Aktivis dari lembaga Indonesia Timur Coruptions Watch (ITCW) Kabupaten Pinrang, Jasmir Laintang menyoroti kegiatan Bimtek yang mewajibkan seluruh pihak Sekolah Dasar (SD) lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang.

Menurut Jasmir, kegiatan tersebut bentuk pemborosan anggaran. Terlebih dana untuk mengikuti Bimtek itu cukup besar dan dilaksanakan hanya 1 hari.

“Diwajibkan membayar Rp450 setiap Sekolah. Ada sekitar 200 lebih Sekolah Dasar. Jika diaumulasi mencapai 400 ratus juta lebih. Sebagian besar kepala SD nya ikut. Ada yang mengeluh,” ucap Jasmir.

Jasmir pun mempertanyakan asas manfaat dari kegiatan Bimtek tersebut. Menurutnya itu sebuah pemborosan anggaran apalagi dananya diambil dari dana BOS.

“Asas manfaatnya apa? Dibandingkan jika dana itu digunakan untuk Optimalisasi kegiatan belajar mengajar di sekolah,” kata dia.

Jasmir bahkan menduga dana BOS yang seharusnya digunakan untuk peningkatan kualitas pendidikan, justru disalahgunakan oleh oknum pejabat di instansi tersebut.

“Ada penggunaan anggaran yang tidak wajar. Kami duga ada permainan dari oknum pejabat di Kantor Dikbud Pinrang kolaborasi dengan pihak ke tiga atau pelaksana Bimtek,” tegas Jasmir.

Jasmir menambahkan bahwa banyak kepala sekolah dasar yang mengeluhkan hal tersebut dan melaporkannya kepada ITCW. Hal ini menandakan adanya ketidakpuasan dan ketidakadilan dalam pelaksanaan kegiatan.

Related posts