MAMUJU, DELIK.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, semakin mengganggu aktivitas nelayan. Selain berasal dari kebakaran di wilayah setempat, kabut asap disebut diperparah oleh kiriman asap dari daerah lain.
Kondisi kabut asap paling terasa di kawasan pegunungan dan perairan laut. Jarak pandang yang terbatas membuat nelayan kesulitan menentukan arah saat kembali ke daratan setelah melaut, terutama ketika kabut menyelimuti perairan.
Meski kondisi tersebut tidak secara langsung mengganggu hasil tangkapan ikan, nelayan mengaku kesulitan saat hendak pulang. Bahkan, sebagian nelayan terpaksa bertahan atau menginap di laut sambil menunggu kabut asap berkurang dan kondisi memungkinkan untuk kembali ke darat.

Karim, salah seorang nelayan di Mamuju, mengatakan kabut asap menjadi kendala tersendiri ketika mereka berada di tengah laut. Jarak pandang yang terbatas membuat perjalanan pulang menjadi lebih sulit.








