“Kabut asap mengganggu jarak pandang kami di tengah laut,” ujar Karim, Selasa (13/10/2026).
Dalam kondisi tersebut, nelayan mengandalkan kompas sebagai petunjuk arah untuk kembali ke daratan. Mereka juga menunggu kondisi membaik, termasuk saat angin membantu mengurangi kabut asap yang menyelimuti perairan.
Situasi ini menjadi tantangan bagi nelayan yang setiap hari menggantungkan penghasilan dari aktivitas melaut. Selain harus menghadapi kondisi cuaca dan gelombang, keterbatasan jarak pandang akibat kabut asap turut meningkatkan kesulitan saat bernavigasi di laut.
Nelayan berharap kabut asap segera berkurang agar aktivitas melaut dan perjalanan kembali ke daratan dapat berlangsung lebih aman. (D11)








