
“Kaddo minyak merupakan nasi ketan yang ditaburi bawang dan menjadi hidangan yang wajib disajikan pada acara Maulid. Kaddo minyak ini melambangkan persatuan,” ujarnya.
Sementara itu, penceramah sekaligus Tenaga Ahli Gubernur Sulawesi Barat, Hajrul Malik, menjelaskan bahwa tradisi berebut kaddo minyak dan telur rebus memiliki makna berkah bagi masyarakat yang mendapatkannya. Menurutnya, hidangan tersebut telah didoakan oleh pemangku agama dalam rangkaian acara Maulid.
Tradisi penyajian kaddo minyak dan telur rebus tidak hanya menjadi daya tarik dalam perayaan Maulid Nabi, tetapi juga mencerminkan nilai religius, kebersamaan, dan kearifan lokal masyarakat Mandar. Tradisi ini terus dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya yang mempererat silaturahmi antarwarga di Sulawesi Barat. (D11)











