Peneliti UMPAR Olah Kelor dan Lele Menjadi Pancake Bergizi

Namun, peneliti menegaskan bahwa produk tersebut tidak dimaksudkan sebagai pengganti makanan utama maupun pengganti intervensi kesehatan lainnya. Pancake kelor dan ikan lele ditempatkan sebagai salah satu alternatif diversifikasi pangan untuk memperkuat asupan gizi keluarga.

Selain kandungan gizi, penelitian memperhatikan tingkat penerimaan produk melalui aspek organoleptik. Pengujian meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan karena produk pangan yang dikembangkan untuk konsumsi berkelanjutan perlu memiliki karakteristik sensorik yang dapat diterima konsumen.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kandungan nutrisi. Tim peneliti juga mempertimbangkan preferensi pangan, budaya makan, ketersediaan bahan, kemampuan ekonomi keluarga, serta kemudahan pengolahan di tingkat rumah tangga.

Makhrajani mengatakan pengembangan produk tersebut memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan pancake. “Yang ingin dibangun bukan hanya sebuah produk pancake, tetapi sebuah pendekatan bahwa bahan pangan lokal dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi mendukung program perbaikan gizi masyarakat,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menempatkan pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari pendekatan pencegahan stunting yang lebih luas. Menurut peneliti, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, akademisi, sektor pangan, dan masyarakat.

Penelitian pancake kelor dan ikan lele juga belum ditempatkan sebagai tahap akhir pengembangan intervensi. Tim menyebut penelitian lanjutan diperlukan untuk melihat efektivitas konsumsi produk terhadap indikator pertumbuhan dan status gizi kelompok sasaran melalui desain penelitian yang sesuai.

Kebutuhan penelitian lanjutan tersebut berkaitan dengan karakter stunting yang bersifat multifaktorial. Pertumbuhan anak tidak hanya dipengaruhi asupan makanan, tetapi juga pola pengasuhan, kondisi kesehatan, sanitasi dan lingkungan, ketahanan pangan keluarga, kondisi sosial ekonomi, serta akses terhadap pelayanan kesehatan.

Melalui pengembangan pancake berbahan daun kelor dan ikan lele, UMPAR menawarkan salah satu alternatif pendekatan preventif yang menghubungkan ilmu gizi, kesehatan masyarakat, inovasi pangan, dan potensi sumber daya lokal. Ke depan, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan sekaligus mendukung pengembangan model intervensi gizi berbasis pangan lokal yang berkelanjutan.

Related posts