“Saya meminta kepada seluruh jajaran agar membangun budaya kerja yang lebih profesional, disiplin, responsif, terukur dan berorientasi pada hasil,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan manajemen talenta sebagai bagian dari pembenahan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Parepare.
Tasming menyebut Pemkot Parepare memiliki banyak aparatur dengan potensi, kompetensi, dan kemampuan yang perlu dikelola secara optimal.
Menurutnya, talenta terbaik harus mampu dikenali, dikembangkan, dan diberikan ruang untuk berkontribusi sesuai dengan kompetensi, kinerja, serta kebutuhan organisasi.
“Saya ingin birokrasi kita bergerak dengan prinsip sederhana: orang yang tepat, pada tempat yang tepat, dengan kinerja yang tepat, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Tasming berharap sosialisasi manajemen talenta tidak berhenti sebatas pemahaman atau pengetahuan bagi aparatur. Ia meminta konsep tersebut benar-benar diterapkan dalam pengelolaan aparatur dan peningkatan kinerja di masing-masing unit kerja.
“Saya berharap sosialisasi ini tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar diterapkan dalam pengelolaan aparatur dan peningkatan kinerja di masing-masing unit kerja,” tambahnya.
Ia pun mengajak seluruh aparatur bekerja lebih terarah, cepat, dan bertanggung jawab. Tidak hanya menyelesaikan pekerjaan, tetapi memastikan pekerjaan itu menghasilkan perubahan dan manfaat nyata kepada masyarakat. (*)
