Ayat tersebut mengandung pesan bahwa istighfar bukan hanya bentuk pengakuan atas kesalahan manusia, tetapi juga menjadi jalan untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT.
Dalam konteks kondisi kekeringan yang terjadi, pesan tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tidak hanya mengandalkan ikhtiar secara lahiriah, tetapi juga memperkuat ikhtiar batin melalui doa, istighfar dan taubat.
“Perbanyak istighfar, kembali kepada Allah SWT dan perbaiki hubungan kita dengan sesama. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan rahmat-Nya dan menurunkan hujan yang membawa manfaat,” demikian pesan yang disampaikan dalam khotbah.
Salat Istisqa tersebut turut dihadiri Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid, S.E., M.H., Wakil Wali Kota Parepare H. Hermanto, jajaran Forkopimda dan Forkopimda Plus, para alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat Kota Parepare.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto Pasennangi, jajaran Forkopimda yang terdiri atas Dandim, Kapolres, Kajari, Ketua Pengadilan, Dandenpom dan Danyon Brimob.
Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama, Rektor IAIN, Sekretaris Daerah Kota Parepare Amarun Agung Hamka, para staf ahli, pimpinan OPD, camat, lurah, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam se-Kota Parepare.
Pemkot Parepare berharap pelaksanaan Sholat Istisqa yang dirangkai dengan doa dan zikir secara berjamaah tersebut menjadi ikhtiar bersama agar hujan segera turun.
Turunnya hujan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, mengairi lahan pertanian, serta mengembalikan kesegaran lingkungan di wilayah Kota Parepare.
Selain memohon turunnya hujan, momentum tersebut juga diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga lingkungan, memperkuat kepedulian sosial, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. (*)











