“Jalan ini sempit dan banyak anak-anak yang bermain. Sekarang mobil truk proyek sering lewat membawa material. Kami khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Seharusnya ada pengaturan dan komunikasi dengan warga sebelum akses ini digunakan,” kata Rusdi.
Rusdi juga meminta agar tanaman warga yang terdampak aktivitas proyek mendapat perhatian. Menurutnya, tanaman seperti cokelat, pisang, sayuran dan rumput gajah bukan sekadar tumbuhan biasa, tetapi memiliki nilai ekonomi dan menjadi bagian dari kebutuhan warga, termasuk sebagai pakan ternak.
Warga berharap pemerintah maupun pihak yang bertanggung jawab terhadap proyek dapat segera melakukan pertemuan dengan masyarakat untuk mencari solusi terkait penggunaan akses jalan dan lahan kebun.
Masyarakat juga meminta agar keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian utama selama proses pengangkutan material berlangsung, mengingat akses tersebut berada di lingkungan permukiman dan sering dilalui anak-anak.
Warga menegaskan, dukungan terhadap pembangunan tetap ada. Namun, pembangunan diharapkan berjalan dengan tetap mengedepankan komunikasi, penghormatan terhadap hak pemilik lahan, keselamatan masyarakat serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. ( D11)











