Unik! Warga BTN Pepabri Pintu Satu Gelar Upacara Kemerdekaan dengan Seragam Beragam Profesi

Screenshot

PAREPARE, DELIK.ID— Semangat nasionalisme mewarnai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di BTN Pepabri Pintu Satu, depan Kuburan Cina, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Lapadde, Kota Parepare, Senin (17/8/2026).

Sekitar 30 warga dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga orang tua, mengikuti upacara kemerdekaan yang digelar secara sederhana namun penuh semangat. Uniknya, para peserta mengenakan beragam seragam profesi dan pakaian yang mencerminkan keberagaman cita-cita dan pengabdian kepada bangsa.

Read More

Sejumlah peserta terlihat mengenakan seragam sekolah SD dan SMA, guru, Bhayangkari, dokter, satpam, hingga kebaya. Keberagaman busana tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus bentuk kreativitas warga dalam memeriahkan momentum kemerdekaan.

Pemimpin upacara, Yusmira, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk mempertahankan semangat nasionalisme yang masih kuat di lingkungan BTN Pepabri Pintu Satu. Menurutnya, sebagian besar warga di kawasan tersebut merupakan keluarga dan anak-anak tentara sehingga nilai-nilai kebangsaan masih melekat kuat.

“Kenapa kita adakan 17-an ini, karena kita rata-rata di sini anak tentara, sehingga rasa nasionalisme masih kental,” kata Yusmira.

Ia menuturkan, upacara kemerdekaan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk mengenang dan menghargai jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Kita adakan ini betul-betul supaya mengingat bahwa jasa pahlawan kita tidak akan terlupakan dan akan kami kenang selama-lamanya,” ujarnya.

Menurut Yusmira, penggunaan seragam yang berbeda-beda merupakan ide kreatif warga agar perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun ini terasa lebih menarik dan meriah.

“Alasan kami memakai seragam beragam, supaya terkesan lebih kreatif,” tuturnya.

Yusmira mengungkapkan, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya dalam rangka memperingati HUT ke-80 RI. Namun, jumlah peserta saat itu belum sebanyak tahun ini.

“Dulu juga kami mengadakan upacara kemerdekaan ke-80, tapi personelnya tidak terlalu banyak. Hari ini jumlah peserta yang hadir kurang lebih sekitar 30 orang, baik anak-anak maupun orang tua,” jelasnya.

Ia berharap tradisi upacara kemerdekaan di lingkungan BTN Pepabri Pintu Satu dapat terus dipertahankan dan semakin meriah pada tahun-tahun mendatang. Ia juga berharap keterlibatan warga, khususnya kaum laki-laki, dapat meningkat.

“Ke depannya semoga bisa mengadakan upacara semeriah mungkin dan bisa melibatkan kaum laki-lakinya. Hari ini ada beberapa yang sakit sehingga tidak sempat mengikuti upacara kemerdekaan ke-81,” tandasnya.

Bagi warga BTN Pepabri Pintu Satu, peringatan kemerdekaan bukan sekadar mengenang masa lalu. Di tengah kesederhanaan upacara dan keberagaman seragam yang dikenakan, semangat untuk menjaga nasionalisme dan menghargai perjuangan para pahlawan terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. (*)

Related posts