“Semangat teman-teman di Parepare ini terbaca sangat kuat. Seharusnya potensi Parepare besar sekali. Dulu ada lima bioskop di sini. Bahkan saya pernah bernazar setelah lulus kuliah untuk membuat film di Parepare dan berhasil tayang di Bioskop Sejahtera pada tahun 2007,” kenangnya.
Dalam sesi tersebut, Anca juga membekali peserta dengan pengetahuan dasar tentang proses pembuatan film, mulai dari menemukan ide cerita, menyusun konsep, proses produksi, hingga strategi mendistribusikan film agar dapat menjangkau penonton yang lebih luas.
Ia menegaskan bahwa kemajuan industri perfilman daerah tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga memerlukan ekosistem yang sehat. Kolaborasi antarkomunitas, dukungan pemerintah, serta ruang-ruang kreatif seperti CCF dinilai menjadi faktor penting untuk melahirkan sineas-sineas baru.
Menurut Anca, ketika para pelaku industri kreatif mampu bersatu dan saling mendukung, Parepare memiliki peluang besar menjadi salah satu daerah yang diperhitungkan dalam perkembangan perfilman nasional.
Melalui sesi edukasi tersebut, CCF 2026 kembali menunjukkan perannya bukan hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai ruang belajar dan kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif.
Festival ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak karya yang mengangkat identitas lokal sekaligus memperkuat posisi Parepare sebagai kota yang ramah bagi tumbuhnya industri kreatif.
