Sementara Gubernur Sulawesi selatan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulsel, mewakili Pemrov Sulsel, memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya event tersebut, karena sebagai wujud perhatian tentang pentingya menjaga pelestarian lingkungan khususnya di provinsi Sulsel.
Dalam sambutan tersebut, Gubernur menyebutkan seiring bertambahnya jumlah penduduk, berdampak pada lingkungan yang apabila tidak terkelola dengan baik maka akan menyebabkan beberapa persoalan, seperti masalah kesehatan, pencemaran udara, air dan kualitas tanah sampai masalah estetika.
Senada disampaikan sekretaris Daerah Muhammad Husni Syam yang juga mewakili Wali kota Parepare, sesaat sebelum membuka kegiatan itu, pihaknya menerangkan, pemerintah kota sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, sebagai bentuk perhatian tentang cara berkontribusi terhdap pelestarian lingkungan.
Hari Lingkungan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni demi meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan dan mengambil tindakan lingkungan yang positif bagi perlindungan alam dan planet bumi
Menurut wali kota dalam sambutan yang dibacakan sekretaris daerah, permasalahan lingkungan timbul karena ada kecorobohan manusia dalam pengelolaan lingkungan hidup. Kepedulian individu terhadap pelestarian lingkungan hidup, sangat dipengaruhi oleh budaya dan pendidikan tentang lingkungan hidup, yang diajarkan setiap negara atau daerah masing-masing,”Pungkasnya
Peresmian Parepare Harlinia 2025 ditandai dengan penekanan sidik jari elektronik bersama seluruh stake holder yang hadir malam itu, yang disaksikan sejumlah warga yang memadati lapangan Andi Makkasau kota Parepare.
Event yang digelar mulai tanggal 11 hingga 28 Juni 2025, diisi berbagai kegiatan hiburan dan agenda penanaman bibit pohon, serta menampilkan lebih dari 140 stand pelaku UMKM lokal. (*)
