Namun, tantangan masih ada, terutama dalam menargetkan kelompok masyarakat yang merasakan manfaat dari pasar murah. Pengamat Ekonomi, Dr. Yadi Arodhiskara, mengungkapkan bahwa meski pasar murah efektif menekan inflasi, kelompok miskin masih sulit menjangkau manfaatnya. “Pemerintah harus memastikan bahwa pasar murah menyasar kelompok miskin, bukan hanya kelas menengah yang memiliki daya beli lebih tinggi,” katanya.
Yadi juga menyarankan agar pemerintah daerah melakukan konsultasi dengan pemerintah pusat terkait kebijakan fiskal untuk kebutuhan pokok, guna mencegah kelompok menengah jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem.
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Parepare, Akbar Ali, menyebut inflasi sebesar 2,22 persen masih dalam kategori proporsional untuk skala kota seperti Parepare, yang tidak memiliki banyak sumber daya alam. “Inflasi Parepare sudah seimbang dan berada dalam batas yang aman, yakni antara 1,5 persen hingga 3,5 persen,” jelas Akbar.
Sebagai catatan, Parepare pernah mengalami inflasi lebih tinggi di tahun 2023, yakni mencapai 6,66 persen dampak dari kenaikan iuran air dari PAM
Meski demikian, Pemkot Parepare terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi dengan berbagai program penanganan inflasi agar dampak negatif terhadap masyarakat dapat diminimalisir. (d11/dlk#)
