Tablig Akbar di Pinrang, Fatmawati Rusdi Cerita Perjalanan Program Melek Al-Qur’an

“Luar biasa semangatnya. Memang semangatnya ini ibu-ibu alumni jangan ditanya lagi. Bahkan, kalau ada prosesi wisuda, mereka biasa bilang mau diwisuda lagi,” ujar Fatma disambut tawa dari peserta.

Mantan Wakil Wali Kota Makassar ini mengatakan selama delapan tahun program pemberantasan buta huruf hijaiah, banyak apresiasi yang mengalir. Bu Titi, sapaan akrab Fatma, juga menceritakan perjalanan program ini.

Read More

Fatma mengaku bahwa setiap kali mengunjungi pelosok daerah sebagai anggota DPR RI dan Ketua Tim Penggerak PKK Sidrap, dia merasa miris melihat warga yang belum lancar membaca Al-Qur’an.

“Banyak ibu-ibu, anak-anak, remaja perempuan itu belum bisa baca Al-Qur’an. Di situlah saya memulai program ini. Lalu kemudian gayung bersambut animo masyarakat sangat luar biasa, banyak orang mau ikut program ini,” terangnya.

Dia melanjutkan, suatu kebanggaan alumni program ini juga menularkan pengetahuan dengan mengajar perempuan lain di tempat tinggal mereka. “Masyaallah, kita tahu Al-Qur’an adalah pedoman agama Islam, jadi harus selalu dibaca,” kata Fatma.

Oleh karena itu, dia berharap semangat pemberantasan buta huruf hijaiah ini terus ditularkan seluas-luasnya. “Saya sedih jika Al-Qur’an hanya dibaca pada momen-momen tertentu, apalagi jika hanya dibuka saat tahlilan atau kedukaan kematian,” tambahnya. (d11/dlk**)

Related posts