Sidang Kasus KDRT Oknum Polisi di Parepare Bergulir Perdana

 

PAREPARE, DELIK.ID– Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh oknum Polisi bertugas di Polres Parepare, Sulawesi Selatan, bernama Ahmad Zulkarnaen (AZ), disidangkan perdana di Pengadilan Negeri Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Dalam sidang korban (istri) Ayu Sry Wahyui (AS) protes di ruang pengadilan karena tuntutan jaksa terhadap suaminya dianggapnya ringan.

” Saya tidak terima dengan tuntutan Jaksa hakim yang mulia, ” Kata AS sambil berteriak di ruang sidang pengadian negeri Kota Parepare, SUlawesi Selatan, senin (04/12/2023).

Menurut AS dirinya sejak menikah suaminya yang seorang Polisi itu beberapa kali melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap dirnya. Kata AS selain dirinya kerap dianiaya Ibunya juga kerab mengalami kekerasan dari sang suami.

” Saya beberapa kali dianaiaya sejak 2019 sampai 2023 oleh suami saya, selain saya suami saya juga kerap mengalakukan pengaiayaan kepada ibu saya sampai jari tangan dia bengkak. ” Terang AS didampingi kuasa hukum sambil menujukkan bukti foto luka-luka pada dirinya dan ibunya .

AS mengaku dianiaya mengakibtkan luka-luka disekujur tubuhnya lantaran persoalan sepeleh, misalnya terdakwa lebih memilih tinggal bersama ibunya dibanding istinya sendiri di rumah pribadi mereka. Terdakwa juga kerap emosi dan melampiaskan kemarahan kepada istri dan mertuanya.

” Dari wajah hingga bagian kaki saya luka di pukul terdakwa atau suami saya sendiri. ” Aku AS.

Sementara itu kuasan hukum AS, Arnold Kuba, SH, mengaku akan mengambil upaya hukum, selain itu Arnol Kuba juga bakal melayangkan surat ke mabes Polri dan pihak Kepresiden atas ketidak adilan yang dialami klienya.

” Kita akan megambil langka huku tegas, selain itu kita juga bakal melaporkan ketidak adilan ini ke Mabes Polri dan Presiden, ” Kata Arnold Kuba.

Jaksa penuntut umum dalam kasus KDRT Soerang polisi di Parepare, Andi Nurhana mengatakan pihaknya menuntut 2 tahun kepada terdakwa berdasar bukti-bukti.
” Kita menuntut 2 tahun kepada terdakwa berdasar bukti-bukti persidangan dan bukti dalam berkas perakra. Sang Polisi melakukan kekerasan fisik terhadap saksi korban sejak tahun 2019 awal pernikana mereka ” Terang Andi Nurhana.

Terpisah, terdakwa AZ mengaku jika ia tidak melakukan kekerasan daam rumah tangga kepada istrin dan mertuanya. Ia memang mengaku kerap marah jika ia bertemu istri dan mertuanya karena masalah keluarga. Namun AZ menampik tidak melakukan penganiayaan namun hanya pertengkaran biasa.

” Saya tidak melakukan penganiayaan terhadap istri dan mertua saya, namun di beberapa kejadian kami hanya saling tarik. ” Aku terdakwa AZ. (DD1).

 

Related posts