Sebab itu, Prof Zudan berharap dukungan dari berbagai pihak dalam menjalankan tugas di Sulbar. Menurutnya, sebagai PJ Gubernur Sulbar merupakan bagian dari ibadah.
“Mari kita bersama-sama bawa pekerjaan kita ini sebagai bagian dari ibadah. Saya datang bersama bapak dan ibu membawa pekerjaan kita ini sebagai bagian dari ibadah,” tambahnya.
Prof. Zudan juga menyampaikan agar terbangunnya komunikasi yang baik satu sama lain, utamanya dalam penyesuaian konflik. Dia juga mengaku terlibat berbagai persoalan konflik tapal batas di Sulbar, dan hal utama yang terpenting adalah mengedepankan komunikasi.
“Kalau kita ingin merubah masyarakat harus diubah dulu dari cara berkomunikasi, semakin mudah berkomunikasi maka tidak akan ada sumbatan-sumbatan lagi, sehingga kecepatan pelayanan- kecepatan kita untuk menyelesaikan masalah bisa lebih cepat kita lakukan. Dan komunikasi yang baik disertai dengan tabayyun, klarifikasi akan menjadikan kita semuanya maju lebih cepat dan tidak mudah dikonflikkan,” ungkapnya.
Kedepan, masih Prof. Zudan, mendorong terbentuknya super tim antara Pemprov, Pemkab dan Forkopimda dalam mengatasi setiap persoalan di Sulbar.
“Mari kita bersama- sama membentuk super tim untuk membahagiakan masyarakat Sulbar,” tutup Prof. Zudan. (rls)
