Dulunya mesin pesawat buatan Haerul montir motor asal Pinrang, Sulawesi Selatan yang hanya tammat sekolah dasar itu, kini mesinya pesawat Ultralight stndar buatan Austria yang dirakit di Amerika.
” Mesin itu kita membeli mesin pesawat itu melalui rekanan di Amerika, sementara untuk instrument, misalnya tekanan., putaran mesin, temperatur dan instrumen lainya dibeli di Singapura. ” Ungkap Nasaruddin.
Untuk propeller atau baling-baling pesawat di tempatkan di bagian depan pesat sesuai permintaan Haerul.
” Permintaan pak Haerul, baling-baling pesawat ditempatkan di depan, hanhya saja jika baling-baling pesawat kepanjangan bisa menyentuh tanah. ” Aku Nasaruddin. (D11)
