Pelayanan Kesehatan Warga Terdampak Gempa M5,6 Desa Gasol Berjalan Baik

Selanjutnya, Iis mengatakan bahwa terdapat 100 orang yang menempati tenda pengungsian tersebut.

“Terdapat kurang lebih 100 orang disini, termasuk diantaranya 30 anak-anak, disini dominan pengungsi perempuan,” jelasnya.

Read More

Iis mengatakan, kebutuhan dasar bagi khususnya anak-anak dan perempuan telah diberikan secara berkala setiap hari, namun karena saat ini sering kali wilayah terdampak diguyur hujan, kebutuhan kasur, matras dan selimut sangat dibutuhkan.

“Cuacanya dingin, apalagi bagi anak-anak, kami masih membutuhkan kasur, matras dan selimut sehingga ketika hujan turun, anak-anak tidak kedinginan saat tidur di tenda,” tutur Iis.

“Kebutuhan bagi orang dewasa cukup terpenuhi, memang yang lebih penting saat ini bagi kami kebutuhan anak-anak, karena makanan, minuman dan barang untuk anak-anak lebih beragam,” lanjutnya.

Gotong royong antar penyintas juga dilakukan sehingga kebutuhan dari masing-masing pos pengungsian dapat terpenuhi secara merata.

“Misalnya hari ini kami mendapatkan cukup banyak bantuan, kami juga membagikan ke pos pengungsi lain sehingga tidak ada yang kekurangan bantuan,” pungkasnya.

Iis turut menyampaikan apresiasi atas bantuan BNPB dalam memenuhi kebutuhan pengungsi di Desa Gasol.

“Terima kasih kepada BNPB, atas bantuan dan kehadirannya, kolaborasi seluruh pihak dalam membantu para pengungsi sangat kami hargai,” ungkapnya.

Akses jalan yang cukup sempit dan mobilisasi tinggi dalam penanganan pascagempa membuat distribusi bantuan logistik menjadi kendala dalam menjangkau wilayah Kecamatan Cugenang. Tim gabungan juga masih melakukan mobilisasi menggunakan sepeda motor trail untuk menyalurkan bantuan logistik ke Cugenang, termasuk Kampung Pasir Angin yang masih belum tersalurkan bantuan secara maksimal. (D11)

Related posts