Dokter spesialis bedah itu menjelaskan, setelah para peserta mempresentasekan selanjutnya tahap finalisasi.
“Kemudian difinalisasi dan selanjutnya akan menjadi manajemen resiko RS,” jelasnya.
Di tempat lain, Direktur RSUD Andi Makkasau dr. Hj. Renny Anggraeny Sari yang menutup bimtek tersebut menyampaikan bahwa manajemen resiko ini akan selalu di monitoring dan di evaluasi secara berkala
“Itu untuk meminimilasir segala bentuk kesalahan dalam melakukan tindakan pelayanan secara administratif maupun tindakan klinis di RSUD Andi Makkasau,” tandas Renny. (d11/dlk)