Ia pun mulai berinteraksi dengan pengrajin dan merancang sendiri hiasan aksesori tas anyaman pandan polos tersebut bertuliskan Lontara Parepare dan ditempelkan limbah kerang.
Erna yang juga Ketua DPD II Golkar Parepare ini lalu mengajari para pengrajin dan rombogan FCC cara mendesain bermotif Lontara dan membuat hiasan kembang bunga mawar. Dengan telaten, Ibu dari tiga orang anak ini nampak mahir mejunjukkan kemahirannya melilit kain itu sehingga membentuk bunga mawar yang dapat menambah indah jiasa tas anyaman pandan.
“Wah luar biasa ibu ini (Erna Rasyid Taufan). Kalau kemarin-kemarin cara yang saya gunakan buat kembang agak lama karena harus dilem berkali-kali dulu. Kalau yang diajar Ibu ini mudah dan cepat dipraktikkan,” kata Ibu Ati, pemilik salah satu toko Sentra UMKM di Rajapolah, Tasikmalaya.
Studi tiru yang dilakukan dari 4 hingga 7 Januari 2022 ini menimbulkan kesan mendalam bagi para pengurus FCC. Banyak pelajaran yang mereka timba yang akan diaplikasikan di daerah mereka nantinya, baik di organisasi FCC, ataupun di instansi masing-masing.
Erna Rasyid Taufan sendiri juga berkomitmen untuk mengembangkan pusat oleh-oleh Balai Ainun yang dinaungi PKK dan Dekranasda Parepare agar lebih berkembang serta menjadi ousat bagi pengrajin limbah kerang-kerangan yang sudah menjadi ciri khas Parepare. (*)
